Header Ads Widget

Main Ad

Business

Main Ad

Selalu Ada Hikmah Dibalik Ketidakberhasilan Manusia

Beberapa waktu lalu, saya diminta untuk menuliskan mengenai ambisi yang tak tercapai. Lebih tepatnya, ketika terlalu berambisi namun Allah belum memberikannya. Tapi, ketika sudah tidak lagi berambisi, Allah menghadirkan hal kita inginkan tersebut. Saat membaca pesan tersebut, saya bingung karena sepertinya belum pernah mengalami hal demikian. Namun, mungkin ini yang dimaksud seperti “Kaidah 2” pada buku yang ditulis oleh Dr. Umar bin Abdullah Al – Muqbil.


Pada buku 50 Kaidah Al Quran yang ditulis oleh Dr. Umar bin Abdullah Al – Muqbil, terdapat kaidah 2 yang membahas berdasarkan penggalan Surat Al-Baqarah Ayat 216:


“… Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS: Al Baqoroh : 216)


Melalui kaidah tersebut dapat dipahami, bahwa sejatinya takdir Allah tidak akan menzolimi hambaNya. Ada hal-hal yang amat dibenci, namun Allah mentakdirkannya menjumpai kita. Adapula, hal-hal yang amat diharapkan ternyata Allah berikan hal lain yang jauh lebih atau terdapat hikmah di dalamnya. Begitulah yang saya rasakan ketika lulus SMA pada tahun 2015.




Menjelang lulus SMA, saya begitu ingin melanjutkan Pendidikan di Institut Pertanian Bogor (IPB). Meski dari konsuling guru BK, saya belum bisa diterima di IPB lewat jalur undangan dengan jurusan yang diinginkan yaitu Teknologi Pangan. Dari hasrat yang dipaksakan tersebut Allah mengagalkannya. Tidak hanya di jalur undangan, ketika test SBMPTN pun saya digagalkanNya. Karena mengubah pilihan yang mungkin bisa saja diterima di IPB jika memilih sesuai hasil test try out.


Dari kegagalan tersebut, tidak membuat saya bersedih. Lewat kegagalan tersebut pula, mentakdirkan saya untuk berkuliah di Politeknik STMI Jakarta yang merupakan kampus di bawah Kementerian Perindustrian. Memang tak sebagus dengan kampus di bawah kementerian lainnya, tapi bisa membawa saya sampai hari ini.


Illustrasi Kegagalan. pexels.com


Pada awal-awal kegagalan tersebut pun, saya menyampaikan kepada guru ngaji bahwa semua ini terdapat hikmah di dalamnya. Salah satu hikmah yang saya sampaikan karena masih bisa membina adik-adik di SMA yang berada di Bekasi. Sekaligus hikmah untuk tetap mengaji dengan guru yang luar biasa.


Ketika mempelajari Kaidah 2 pada buku Dr. Umar bin Abdullah Al Muqbil, saya juga memahami bahwa kaidah tersebut mengajarkan tentang meluruskan pola pikir. Kaidah tersebut mengajarkan untuk selalu berhusnudzon kepada Allah atas tiap takdir yang diberikannya. Karena kita tidak pernah tahu, takdir yang dianggap buruk akan berujung dalam bentuk apa. Bukankah terusirnya Rasulullah dari Makkah menjadikan manis akan penaklukannya? Meski berbeda, tapi maknanya bahwa selalu ada hikmah dari kegagalan yang didapat.

Posting Komentar

0 Komentar

Most Recents

Main Ad