Header Ads Widget

Main Ad

Business

Main Ad

Pembekalan Keterampilan, Hemat Anggaran

Sudah seringkali kalimat bijaksana ini terdengar di telinga, "Sebaiknya berikan dia kail, jangan berikan ikan." Kalimat yang walau singkat, tapi maknanya sangat luas. Seseorang yang diberikan kail, maka dia akan berupaya mencari umpan dan melatih instingnya untuk bisa mendapatkan ikan terbaik di perairan.


Pengibaratan itu yang kemudian menginspirasi Yayasan Abulayatama Indonesia (YAI) Cabang Magelang menggelar Pelatihan Eco Enzym, Jumat (15/04) lalu. Menurut Pengurus YAI Magelang, Endang Pranoto, pelatihan itu akan memberikan keterampilan soft dan hardskill kepada Bunda Yatim atau Duafa.




Dengan memiliki ketrampilan membuat eco enzyme ini bisa menghasilkan dan menambah income Bunda Yatim. "Pada tahap awal, minimal bisa menggunakan untuk keperluan pribadi, sehingga mengurangi anggaran pengeluaran rumah tangga," kata Endang Pranoto. "Pelatihan eco enzyme ini sebagai upaya agar Bunda Yatim bisa menghemat pengeluaran." 


Sememtara itu, tutor pelatihan, Mursyid (Relawan Independen), mengatakan eco enzyme itu hasil fermentasi limbah dapur organik, misalnya, ampas buah dan sayuran, gula, dan air.




Ir. Suci Marwanti, M.M. (Ibu Rumah tangga pegiat eco-enzyme) dalam acara Library in Action, sebagaimana dilansir Setjen Pertanian Kementerian Pertanian RI, mengatakan pengelolaan sampah dapur menjadi eco-enzyme proses fermentasinya membutuhkan waktu selama tiga bulan. 


"Sampah dapur sayuran diolah menjadi beragam produk bermanfaat dengan mudah dan murah," katanya. 


Menurut Suci, manfaat eco-enzyme yang sudah diterapkan untuk kehidupan sehari hari, seperti perawatan kesehatan, pembersihan  air, udara, dan tanah. Sedang untuk keperluan sehari-hari eco-enzyme bisa digunakan sebagai odol, pembersih wajah, sampo, pembersih saluran kloset, pengharum mobil, dan pencuci piring.


Mukhotib MD | EOA Media | Yogyakarta

Posting Komentar

0 Komentar

Most Recents

Main Ad