Header Ads Widget

Main Ad

Business

Main Ad

Mari Jadikan Akhirat Kita Baik-baik Saja

Seorang muslim dalam menjalani kehidupan di dunia memiliki keinginan mendapatkan ridha Allah SWT. Ada tiga perkara yang membuat seorang muslim akan baik-baik saja kehidupannya di akhirat kelak.

Segala amal perbuatan seorang hamba Allah tak lain hanyalah untuk mendapatkan keikhlasanNya. Penghambaan kepada-Nya agar ia meraih perhatian dan kecintaan dari Allah, sebagaimana hamba itu mencintai-Nya.

Tak ada gunanya semua harta kekayaan yang berlimpah, pasangan yang selalu memberikan rasa nyaman, dan anak-anak yang menjadi curahan kebahagiaan, ketika Allah ternyata tidak ridha kepadanya. Allah murka, dan berpaling darinya.

Allah menggambarkan bagaimana seorang hamba yang memperoleh ridha-Nya pada saat memasuki kehidupan akhirat dalam Al Qur'an Surat Al-Ghosiyah: 8-10. "Pada hari itu banyak (pula) wajah yang berseri-seri, merasa senang (ridha) karena usahanya (sendiri), (mereka) dalam surga yang tinggi." 

Tentu semua muslim mengharapkan situasi yang sangat menggembirakan di antara orang-orang yang bersusah payah karena selama hidupnya tidak mencari ridha Allah. 

Semua amal baiknya sia-sia, tak mendapatkan balasan apa-apa dari Allah. 

Kesia-siaan ini terjadi, sebab saat melakukan perbuatan baik malah selalu mengejar pujian dan balasan dari sesama makhluk. Bukan mencari dan mengharapkan ridha Allah, malah merasa bangga diri, dan lalai apa yang berada dalam genggamannya semua milik Allah. 

Banyak cara bagi seorang hamba untuk mencapai dan menggapai ridha Allah. 


Foto: Pikiran Rakyat


Sehingga kehidupan di akhirat nanti akan baik-baik saja. Iyakah akan baik-baik saja? Tapi setidaknya ada amal yang menghasilkan tiga perkara yang dengan ridha-Nya akan terus mendapatkan aliran pahala sampai hari kiamat kelak, tiada terputus meski seorang hamba sudah meninggal dunia.


Sedekah Jariyah

Amal kebaikan yang selama kemanfaatan amal itu masih terus berlangsung pahalanya terus mengalir kepada pemilik amal. Banyak macamnya sedekah jariyah ini.

 Sebut, misalnya, seorang hamba yang memberikan wakaf untuk pembangunan kampung yatim (The Yatim Village), pembangunan One Quran Institute, membangun masjid, membantu sarana ibadah, wakaf Al-Qur'an, membangun sumur untuk kepentingan umum, membantu pesantren, dan sekolah.


Ilmu yang diambil manfaatnya

Seorang hamba yang memiliki ilmu pengetahuan yang bisa menjadi wasilah seseorang bisa menyelamatkan dirinya di dunia dan akhirat.

Sebagai contoh, ilmu yang disampaikan secara langsung (proses pembelajaran atau pengajian) di pesantren, sekolah, surau, masjid, dan majelis ilmu lainnya.

Selain itu, jika seseorang memiliki kepandaian menulis, lalu ia menghasilkan karya yang diterbitkan, bisa buku fiksi, non fiksi, esai dan kolom, lalu orang-orang mengambil manfaat dan mengamalkannya.


Anak saleh yang mendoakannya

Seorang hamba sungguh sangat beruntung yang memiliki anak salehah dan saleh. Anak-anak yang memiliki ilmu agama yang bagus dan mengamalkannya berkat didikan yang diberikan, baik didikan orangtua langsung ataupun pendidikan melalui pesantren dan sekolah.

Anak-anak salehah dan saleh ini akan mendatangkan pahala bagi orangtuanya. Mereka mendoakan kebaikan secara terus menerus dan memohonkan ampunan. Setiap kali anak itu mendoakan, orangtua akan terus menerima pahala.

Sabda Rasulullah, ”Apabila anak Adam itu mati, maka terputuslah amalnya, kecuali (amal) dari tiga ini: yakni sedekah jariyah, atau ilmu yang diambil manfaatnya, atau anak saleh yang mendoakannya." (HR Muslim). Sudahkah memiliki ketiganya sebagai bekal menjumpai Allah SWT?


Mukhotib MD| EOA Media, Yogyakarta.

Posting Komentar

0 Komentar

Most Recents

Main Ad