Header Ads Widget

Main Ad

Business

Main Ad

Kekerasan Bertentangan dengan Agama

Jaringan GUSDURian mengutuk dan mengecam segala bentuk kekerasan kepada dan oleh siapa pun. "Kekerasan itu justru menutupi dan menenggelamkan aspirasi masyarakat yang dilindungi konstitusi," kata Alissa Wahid, Koordinator Jaringan GUSDURian melalui siaran pers yang diterima EOA Media, kemarin (11/4/2022).


Pernyataan itu merupakan respons GUSDURian terkait dengan terjadinya kekerasan dalam aksi bersama unsur mahasiswa dan warga sipil di depan Gedung DPR/MRI RI, Senayan, Jakarta (11/4/2022). Menurut GUSDURian, unjuk rasa ini merupakan respons  terhadap berbagai spekulasi politik oleh pejabat publik dalam beberapa minggu terakhir. "Terutama menyoal penambahan masa presiden dan amandemen UUD 1945," ujar Alisa Wahid.



Pelaku unjuk rasa meminta elemen pemerintah mematuhi konstitusi dengan menyelenggarakan pemilihan umum pada waktunya, dan membatasi masa jabatan presiden maksimal dua  periode. Selama unjuk rasa itu, terjadi provokasi dan menyulut tindak kekerasan terhadap Ade Armando. Dalam siaran persnya, GUSDURian menerangkan Ade Armando mengalami luka-luka karena penganiayaan dan pelecehan sebagaimana bisa dilihat dalam video yang beredar di media sosial. 


"Tindakan kekerasan sangat bertentangan dengan berbagai prinsip hukum, moral, hak asasi manusia, hingga agama," ucap Alisa. Selain mengecam tindak kekerasan itu, GUSDURian juga meminta aparat untuk mengusut tuntas penganiayaan tersebut dan memberikan sanksi kepada pelaku sesuai ketentuan undang-undang.


Alisa Wahid juga menghimbau elite politik tidak melakukan provokasi dan spekulasi politik yang merusak konstitusi, dan kemaslahatan bangsa hanya demi kekuasaan. Melalui siaran pers itu Alisa Wahid mengajak elemen masyarakat menyampaikan pendapat dengan nir-kekerasan, dan berfokus pada penyaluran aspirasi.  "Aksi kekerasan hanya akan menjauhkan substansi aksi dan menyebabkan sentimen negatif dari masyarakat," ujar Alisa Wahid.


Mukhotib MD | EOA Media | Yogyakarta


#berita #jurnalisme


Posting Komentar

0 Komentar

Most Recents

Main Ad