Header Ads Widget

Main Ad

Business

Main Ad

Matriks Eisenhower untuk Manajemen Waktu

Imam As Syafi'ie mengatakan, “Aku pernah bersama dengan orang-orang sufi. Aku tidaklah mendapatkan pelajaran darinya selain dua hal. Pertama, dia mengatakan bahwa waktu bagaikan pedang. Jika kamu tidak memotongnya (memanfaatkannya), maka dia akan memotongmu.”


Imam Sayfi'ie hidup di abad ke-9, jauh sebelum masa kiprah Dwight Eisenhower. Dan jauh lagi sebelum masa Iman Safi'ie, melalui Allah dalam kalamNya, Nabi Muhammad SAW telah mendapat wahyu berupa turunnya Surah Al Ashr di Kota Makkah Al Mukarromah. ”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS. Al ‘Ashr).


Pada intinya, manusia harus memanfaatkan waktunya untuk hal-hal terbaik, yang bisa dirasakan manfaatnya untuk orang banyak. Maka apa yang mengilhami Jenderal Dwight Eisenhower sebenarnya telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, yang secara turun temurun menjadi petunjuk bagi banyak orang.




Jenderal D. Eisenhower adalah perwira tertinggi Angkatan Darat Amerika Serikat (AS), yang menangani banyak masalah berisiko tinggi, baik dalam Perang Dunia II maupun masalah ekonomi AS saat itu. Karena kepiawaiannya mengatasi berbagai macam permasalahan yang keluar masuk, kemudian Eisenhower ditunjuk menjadi Panglima Tertinggi Sekutu Pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). 


Dalam mengatasi masalah yang muncul selama dia bertugas, Eisenhower sendiri menciptakan konsep manajemen dalam bentuk matriks. Konsep tersebut dia kembangkan sehingga kemudian menjadi terkenal sebagai Matriks Eisenhower. Dia menggunakannya untuk membantunya memprioritaskan dan penanganan masalah yang dihadapi.


Matriks Eisenhower adalah kerangka kerja produktivitas, prioritas, dan manajemen waktu yang dirancang untuk membantu siapa saja, dalam menyusun hal apa saja yang bisa didahulukan dan yang seharusnya ditinggalkan, serta mana pula yang bisa didelegasikan ke pihak pendukung yang lain. Ketika kita harus menghadapi banyak pilihan berjalan, maka melalui Matriks Eisenhower, kita akan memprioritaskan daftar tugas (item) agenda. Diawali dengan terlebih dahulu mengkategorikan item tersebut menurut urgensi dan kepentingannya. 


Matriks ini juga mendapat banyak istilah. Ada yang menyebut Matriks Keputusan Eisenhower, Kotak Eisenhower, atau Matriks Mendesak-Penting. Pendekatan ini terdiri dari menggambar empat kotak persegi dengan Sumbu X diberi label "Mendesak" dan "Tidak Mendesak". Kemudian Sumbu Y dengan label "Penting" dan "Tidak Penting". Kemudian, kelompokkan item-item tersebut di daftar pekerjaan, masukkan ke dalam salah satu dari empat kotak. Yang ada di dalam kotak "Mendesak" dan "Penting" adalah yang yang membutuhkan tindakan segera.


Misalnya hal yang sangat mendesak dilakukan, harus segera menarik perhatian kita. Tangani item-item di kelompok mendesak dan coret item lain yang menghambatnya. Maka kita akan terbiasa memastikan apa yang paling mendesak dan penting. Hanya setelah semua yang mendesak selesai ditangani, pandangan kita akan mengembara ke tempat lain mencari hal penting lainnya. Hidup pun berkualitas..


Posting Komentar

0 Komentar

Most Recents

Main Ad