Header Ads Widget

Main Ad

Business

Main Ad

Komunikasi Cinta Suami Istri

Berbicara tentang komunikasi cinta suami istri maka kita juga membahas mengenai pemahaman tentang dua pribadi. Dua pribadi yang memiliki jiwa, hati, akal, pikiran, keinginan, kecenderungan, harapan, dan juga berbagai kebiasaan yang selalu berkembang. Dari waktu ke waktu, dari hari ke hari, selalu ada yang baru pada diri kita dan pasangan kita.

Penulis buku keluarga, Cahyadi Takariawan, dalam bukunya Wonderful Family beliau menyampaikan perlunya mengenal Peta Kasih antara suami istri. Sebagai ilustrasi, pernahkah Anda berkunjung ke Malang dua puluhan tahun yang lalu, sekitar tahun 2000, dan  baru kembali lagi tahun 2022? Pasti Anda akan banyak melihat perubahan. Ada banyak gedung baru, hotel, mall, dan toko baru. Suasana baru dengan jalan lebih ramai dan padat. Ada jalan dan gang baru namun ada juga yang sudah hilang dan berganti bentuk.

Berbekal peta dan pengetahuan 20 tahunan yang lalu, bisa jadi kita dibuat bingung mencari alamat yang dulu pernah kita kunjungi karena sudah banyak yang berubah. Namun jika kita bertanya alamat  kepada orang yang setiap hari tinggal di Kota Malang, maka mereka akan langsung mengenali. Karena mereka menyaksikan setiap hari, membersamai perubahan setiap hari, mengenali setiap hari maka perkembangan apapun selalu diikuti.

Karena mengetahui proses setiap hari, maka informasi selalu tersambung, tidak ada yang terputus. Semua perkembangan dan perubahan terekam dengan baik, hari demi hari. Hal ini tentu berbeda dengan Anda yang terputus informasi selama dua puluh tahun.


Peta Kasih

Demikian pula dengan rumah tangga. Kita tidak boleh berhenti mengenali suami atau istri kita, karena kita akan dibuat kehilangan jejak. Ini juga berlaku untuk anak-anak kita. Peta kasih yang lengkap akan membuat kita mengerti jalan-jalan menuju hati dan perasaan pasangan. Peta kasih yang terperinci akan memberikan banyak sekali kemanfaatan. Diantara manfaatnya adalah menumbuh suburkan cinta dan kasih sayang, karena ada rasa saling percaya. 


Pasangan muslim dan anak bayinya | Wikimedia


Cara yang paling sederhana untuk mengetahui detail perubahan dan perkembangan adalah dengan selalu mengobrol setiap saat, setiap waktu. Biasakan mengobrol setiap ada kesempatan, tanpa perlu membatasi atau menentukan tema-tema tertentu untuk di obrolkan. Dari A sampai Z semua bisa diobrolkan oleh suami dan istri. Dengan cara mengobrol itulah berbagai hal bisa diketahui oleh pasangan. Suami menjadi mengerti pikiran istri, dan istri bisa mengerti pikiran suami. 

Untuk itu tradisi mengobrol atau berdiskusi ringan harus dihidupkan dalam keluarga. Suami istri harus menyempatkan diri mengobrol disetiap ada waktu dan kesempatan. Jangan kesibukan menjadi alasan suami dan istri, sehingga menyebabkan suasana kehidupan yang berjalan monoton, sekedar melakoni aktifitas harian. Bangun pagi, berangkat kerja, beraktifitas, pulang malam. Jarang sekali ada waktu bercengkrama berdua, bermesraan, mengobrol, berdiskusi, bercerita tentang apasaja, sehingga situasi menjadi kaku dan membosankan. 

Suami istri hendaknya menjadi pendengar yang baik, ketika salah satu menyampaikan gagasan, berkeluh kesah, menceritakan apa saja. Dengarkan dan respon dengan penuh perhatian, jangan ditinggal tidur, ditinggal asyik baca WA, baca koran, dan sebagainya.

Tradisi mengobrol atau berdiskusi harus dihidupkan dalam keluarga. Mungkin sambil memasak berdua di dapur, sambil sarapan atau makan malam di meja makan, sambil santai membersihkan taman, sambil dalam perjalanan di mobil, kapanpun dimanapun. 

Jadi lengkapilah peta kasih diri agar benar-benar mengenali kondisi pasangan dengan mendetail. Peta inilah yang akan menyelamatkan kita dalam perjalanan menuju hati dan perasaan hati suami istri, karena setiap hari selalu berusaha mengenali menyelami suami atau istri. 

Sri Liana | EOA Media

Posting Komentar

0 Komentar

Most Recents

Main Ad