Header Ads Widget

Main Ad

Business

Main Ad

Keutamaan Menjaga Lisan Bagi Seorang Muslim

Illustrasi Komunikasi Sesama Makhluk. pexels.com


Manusia sebagai makhluk sosial, tidak pernah lepas dari interaksi sosial yang terjadi setiap harinya. Interaksi yang terjadi dapat melalui komunikasi secara langsung ataupun online dengan berbagai latar belakang, kalangan dan pemahaman yang berbeda. Dari interaksi-interaksi tersebut, kita sebagai manusia sering mendapatkan banyak informasi yang tercampur antara yang baik dan buruk. Dari informasi tersebut, tentu akan mempengaruhi cara kita dalam berkomunikasi.


Hadirnya islam ke dunia ini salah satunya untuk mengatur cara berkomunikasi dan berhubungan antar sesama manusia. Dalam buku “50 Kaidah Al Quran” yang ditulis oleh DR. Umar bin Abdullah Al-Muqbil menjelaskan bahwa kaidah pertama Al Quran berkaitan dengan komunikasi yaitu, “Dan ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia,” (Q.S. Al Baqaroh : 83)


Seolah mengisyaratkan bahwa hubungan antar sesama manusia merupakan satu hal yang penting di tengah masyarakat. Bahkan, ayat mengenai “menjaga kata-kata” diulang lebih dari satu kali di dalam Al Quran.


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menegaskan dalam hadits arbain nomor 15. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam,” (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 6018, 6019, 6136, 6475 dan Muslim, no. 47]


Dari hadits di atas dapat dilihat bahwa salah satu bentuk tolak ukur keimanan kepada Allah dan hari akhir adalah menjaga lisan. Bukan dilihat terlebih dahulu dari ibadah seperti sholat, puasa, infaq dan ibadah lainnya. Sebab ibadah-ibadah tersebut sulit diukur dan banyak tidak lurusnya hati tiap kali melakukan amal. Sekaligus, cerminan seorang muslim dapat dilihat dari lisannya kepada sesama manusia.


Jika ada yang menyampaikan, bahwa terdapat hadits mengenai “Berkatalah yang benar walau itu pahit,” Sebagai dalih diperbolehkannya menyakiti perasaan sesama manusia menggunakan lisan, tentu orang tersebut telah salah memahami hadits tersebut.


Syaikh Ibnu ‘Utsaimin membahas hadits tersebut dari kitab Syarh Riyadhus Sholihin, 2: 428-430. Dari Abu Dzaar, ia berkata, “Kekasihku Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan tujuh hal padaku: … beliau memerintahkan untuk mengatakan yang benar walau itu pahit,” (HR. Ahmad 5: 159. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih, namun sanad hadits ini hasan karena adanya Salaam Abul Mundzir)


Hadits ini diterangkan sebagai bentuk pengamalan muamalah dalam transaksi jual beli. Sebagian orang merasa aneh jika ada yang mau jujur dalam jual beli. Tatkala si penjual barang menyampaikan ada sesuatu yang aib (cacat) dalam barang dagangan, seperti ini dianggap aneh. Sampai dikata, “Wah itu kan cacat sedikit, yang lain pasti masih senang dengan barang itu.”


Padahal seharusnya setiap orang itu bertakwa pada Allah di mana pun, dengan bersikap jujur dalam jual beli. Ia mesti berbuat adil dengan menjelaskan kenyataan cacat yang ada pada barang yang akan dijual. Kemudian, “Berkatalah yang benar walau itu pahit” dapat dipahami kepahitan tersebut untuk orang yang menyampaikan perkataan yang benar mengenai kondisi barang yang dijualnya.


Allah subhanahu wa ta'ala pun telah memperingatkan kita dalam surat Al Humazah mengenai hukum bagi seorang pencela. Dalam surat Al Humazah ayat 1 terdapat kata “humazah” bermakna sama dengan “lumazah”, yaitu menjelek-jelekan di belakang dan membenci orang lain. (Dinukil dari Zaadul Masiir, Ibnul Jauzi). Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di memilih tafsiran, humazah dimaksudkan untuk orang yang menjelek-jelekkan dengan isyarat dan perbuatannya. Sedangkan lumazah dimaksudkan untuk orang yang menjelek-jelekkan dengan perkataannya.


Berarti ayat “celakalah humazah dan lumazah” menunjukkan ancaman keras pada orang yang suka mencela dan menjelek-jelekkan orang lain. Karena “وَيْلٌ” itu sendiri bermakna celaka atau ancaman keras.

Posting Komentar

0 Komentar

Most Recents

Main Ad