Header Ads Widget

Main Ad

Business

Main Ad

Vaksin Jenis mRNA Ditengarai Ganggu Menstruasi

Beberapa perempuan di Norwegia melaporkan gangguan menstruasi, pasca mendapatkan vaksin yang dibuat dengan metode mRNA. Beberapa vaksin yang dibuat dengan menggunakan metode mRNA, seperti diketahui adalah Pfizer, Moderna, dan BioNTech. Karena laporan tersebut The European Medicines Agency (EMA) seperti dikutip Reuters, menindaklanjutinya dengan melakukan investigasi.


mRNA vaccine ilustration | MIT.edu


Adapun temuan itu berdasarkan penelitian para ilmuwan yang dibiayai National Institutes of Health. Peneliti memantau 4.000 data pengguna aplikasi smartphone, yang mana aplikasi itu mampu melacak siklus menstruasi. Terlihat adanya dugaan keterkaitan antara vaksin COVID-19 jenis mRNA dengan perubahan panjang siklus menstruasi. Untuk memeriksa kebenaran dugaan itu, apakah hanya kebetulan semata atau memang ada hubungannya dengan vaksin jenis mRNA, pada 11 Februari 2002 EMA pun mulai meneliti lebih lanjut.

Bukti-bukti dugaan yang telah terkumpul tersebut kemudian diteliti oleh EMA melalui Pharmacovigilance Risk Assessment Committee (PRAC). Namun untuk sementara EMA meminta data tersebut dievaluasi lagi. Karena gangguan menstruasi terjadi lantaran banyak sebab, salah satunya karena kelelahan, stres, dan juga pengaruh turun naiknya kondisi kesehatan seseorang.

Posting Komentar

0 Komentar

Most Recents

Main Ad