Header Ads Widget

Main Ad

Business

Main Ad

Tips Sehat Finansial untuk Gen Z

Ilustrasi Kompas

Dari banyak kelebihan Gen Z dari generasi sebelumnya, sangat disayangkan ternyata Gen Z juga memiliki kerentanan pada soal finansial dan juga dalam sehat finansial. Di Podcast "Cerita Emas" Sabtu 19 Februari 2022 lalu, EOA Gold mengundang seorang guestar Gratsby Yudistira, membagikan tips bagaimana cara Gen Z mengatur keuangan mereka. Dan pada artikel kali ini, Gratsby Yudistira mengulas lebih rinci dari artikel sebelumnya.

Saksikan tayangan IG Live bersama Gratsby Yudistira di bawah ini :



Supaya Gen Z bisa mengatur keuangan di usia muda, maka yang pertama haruslah memiliki ilmu. Hal pertama dan yang paling utama bagi Gen Z untuk sehat secara finansial adalah memiliki keilmuan tentang meningkatkan literasi keuangan pada generasi muda. Gen Z mesti paham pentingnya investasi, pentingnya memiliki dana darurat, pentingnya memiliki tabungan atau simpanan. 

Hal itu berkaitan dengan pengelolaan keuangan. Karena bisa dipahami fenomena anak muda saat ini memiliki aspirasi kejar 'cuan offline' atau gaya hidup seperti Sultan. Pernah dibahas dalam EOA Akademi, untuk sehat secara finansial, kita bisa meniru dan mengikuti jejaknya Li Kak Sing yang merupakan seorang pengusaha terkaya di Hongkong. Dengan mengatakan “Tidak peduli seberapa besar penghasilanmu, engkau harus membaginya dengan 5 bagian. Yaitu 60% untuk kebutuhan harian, 10% untuk dana darurat, 10% untuk life style, 10% untuk tabungan, dan 10% lagi untuk sedekah." 

Dengan cara seperti itu, diharapkan Gen Z sudah mampu mengelola keuangan dengan baik. Yang kedua, memperbaiki kebiasaan. Cara mendapatkan kondisi keuangan yang sehat adalah dengan memperbaiki kebiasaan. Menurut Gratsby Yudistira, generasi muda Indonesia saat ini cenderung memiliki kebiasaan menghamburkan uang untuk hal yang tidak perlu. Demi agar mereka terlihat tampak mewah dan memang mengikuti dari idola-idola mereka menggunakan pakaian-pakaian brand ternama dan tongkrongan yang mengangkat gengsi mereka. 

Jika generasi muda selalu menuruti hal itu, maka kondisi keuangan yang sehat dan fit hanya menjadi angan-angan. Yang ketiga, mengubah mindset. Ini sangat diperlukan untuk mendapatkan keuangan yang sehat dengan mengubah mindset dan pola pikir. Saat ini banyak generasi muda Indonesia yang berpikir harus punya penghasilan besar dulu untuk bisa investasi. Padahal dia tidak perlu menunggu uang yang cukup besar. 

Untuk bisa mulai menabung dan berinvestasi, mulailah dari kepingan kecil emas. Bisa dari 0,025gr, 0,05gr, 0,1gr, 0,2gr, 0,5gr 1gr, 2gr, 5gr sampai dengan 10gr. Itu saja sudah bisa untuk mengasingkan tabungan atau membuat investasinya sendiri. Artinya dengan cara menyisihkan uang tersebut, dari kepingan terkecil akan bisa mencapai impiannya dengan tabungan EOA Gold. 

Tidak hanya menyiapkan kepingan kecil saja, namun mengajarkan edukasi. Bagaimana bisa ikut berbisnis meskipun masih muda, tapi Gen Z bisa memiliki bisnis emas tanpa harus memiliki toko emas dan selalu mendapatkan pembinaan baik dari pusat PT EOA Gold ataupun cabang-cabang dan agen-agen yang saling membantu. Karena di EOA Gold ada komitmen Satu Tubuh Satu Rasa. “Jika kamu melakukan sesuatu yang tidak dilakukan oleh orang lain, maka kamu akan mendapatkan sesuatu yang tidak didapatkan orang lain,” ungkap Gratsby.

Rendy Haris Syahputra | EOA Media

Posting Komentar

0 Komentar

Most Recents

Main Ad