Header Ads Widget

Main Ad

Business

Main Ad

Sakit Hati Bertransformasi Jadi Rezeki? Ini Caranya

Mulai hari ini, ketika jiwa dan raga terdzalimi, maka katakanlah dalam hati, "Saya terima, saya maafkan, saya berlapang dada, dan saya bersyukur kepada-Mu. Terimakasih ya Allah. Aamiin."


Foto : Kapanlagi.com



Sakit hati itu pilihan. "Anda sakit hati bukan karena Anda disakiti, tapi karena Anda mengizinkan hati Anda untuk merasa sakit. 

Padahal Anda boleh memilih untuk memaafkan dan berlapang dada," ungkap Kang Zain, Direktur Utama PT. Jlebb Inti Karakter.  

Kang Zain melanjutkan, setiap rasa sakit hati yang diterima dengan ikhlas adalah energi, dan setiap energi adalah bahan dasar terbangunnya realita. Artinya setiap rasa sakit hati bisa ditransformasikan menjadi realita impian dan rezeki. 

Itu mengapa setiap hujatan, cacian, dan lain sebagainya hakikatnya adalah energi gratis dari Allah. Semakin banyak hujatannya maka semakin besar energi yang diterima, sehingga terkumpullah banyak energi pada diri kita yang bisa kita olah agar menjadi realita yang kita inginkan. 

Itu sebabnya pula, jangan suka buang-buang energi dengan cara marah-marah, mengeluh, kecewa dan lain sebagainya. 

"Ubahlah setiap rasa sakit menjadi realita yang Anda inginkan," tandasnya. Ubahlah rasa sakit menjadi surga di masa depan. Ubahlah rasa sakit menjadi wibawa dan tahta yang berkarisma. 

Maka tak heran apabila ada hadits yang menyebutkan bahwa doa-doa orang yang terzalimi itu tanpa penghalang dengan Tuhannya. Kenapa? Karena ketika kita dizalimi maka energi kita sedang sangat berlimpah, yang menjadikan kata, rasa, dan doa kita semakin powerful. 

"Itu sebabnya ketika Anda dizalimi, berdoalah untuk terwujudnya realita impian Anda, bukan malah mendoakan keburukan kepada orang-orang yang menzalimi Anda. Sungguh sangat disayangkan kalau sumber daya yang sudah Allah berikan secara free tersebut, malah Anda sia-siakan," tukasnya.

Maka mulai hari ini, lanjutnya, ketika jiwa dan raga terdzalimi, maka katakanlah dalam hati, "Saya terima, saya maafkan, saya berlapang dada, dan saya bersyukur kepada-Mu. Terimakasih ya Allah. Aamiin."


Ingin memahami lebih jauh tentang lapang dada? Simak live via Zoom :



"KEAJAIBAN BERLAPANG DADA" 


Ahad, 27 Februari 2022

Pukul 08.00 - 12.00 WIB


HTM : INFAQ TERBAIK 


Bersama :

• Sonny Abi Kim 

(Penulis, Trainer, dan Co Founder PPA Institute)


•  Kang Zain 

(Motivator dan Penulis) 

Posting Komentar

0 Komentar

Most Recents

Main Ad