Header Ads Widget

Main Ad

Business

Main Ad

Peneliti: Omicron Bukan Varian Terakhir COVID-19

Para peneliti memprediksi bahwa Omicron masih belum menjadi varian terakhir dari virus COVID (Virus Corona Sars-2). "Virus masih terus bervariasi dengan karakteristik yang tersendiri," ungkap pakar penyakit infeksi London School of Hygiene and Tropical Medicine, London, Graham Medley.

Seperti dilansir Nature.com pada akhir Januari 2022, Medley juga mengungkapkan pihaknya masih menghadapi kesulitan dalam menggambarkan model penyebaran dan informasi karakter virus COVID yang terus bermutasi ini. Namun menurutnya, meski masih bermutasi dan muncul dengan kemungkinan varian baru, kemampuan tubuh dalam menangkal virus COVID masih bisa ditingkatkan melalui vaksinasi. 


Foto: Nature.com

"Kita masih bisa memilih, menghadapi kehidupan dengan antisipasi atau sama sekali tidak melindungi diri. Semua tergantung Anda. Namun tentunya semua dari kita tak mau memilih bertindak setelah terinfeksi bukan?" ungkap ahli data kesehatan dari University College London, Christina Pagel.

Senada dengan Pagel, salah seorang epidemiologis London School of Hygiene and Tropical Medicine, Sebastian Funk, juga mengingatkan kepada masyarakat yang telah sukses menjadi penyintas dan terbentuk imun tubuh, agar serta merta tidak gegabah. Menurutnya, virus tidak mungkin hilang sepenuhnya. "COVID-19 mau tidak mau akan menjadi penyakit endemik," ungkap Sebastian Funk. 

Posting Komentar

0 Komentar

Most Recents

Main Ad