Header Ads Widget

Main Ad

Business

Main Ad

Pelajaran dari Negara Maju: Sampai Kapan?

Setengah jumlah penduduk di Amerika Serikat yang memenuhi syarat telah mendapatkan vaksin. Sedangkan sekitar 80 juta orang lainnya, tercatat sudah pernah terjangkit COVID-19 sejak awal pandemi hingga varian Omicron beredar. Maka para peneliti di Negara Paman Sam itu meyakini (melalui model perhitungan statistika yang dipercaya) bahwa pada Maret 2022 mendatang, seperti dikutip Associated Press, akan lebih dari 73% penduduk di sana yang tercatat sebagai orang yang telah kebal COVID-19.

Terbentuknya herd immunity oleh dua faktor tersebut (karena vaksin dan telah pernah menderita) setidaknya memberikan kepercayaan diri bagi para peneliti kesehatan, untuk memberikan saran bagi pemerintahan. "Karena kami sudah pernah berurusan dengan virus ini, maka kami tahu caranya," ungkap Profesor Ali Mokdad, pakar ilmu kesehatan di University of Washington in Seattle. Kesimpulannya, dengan kondisi tersebut namun mengabaikan potensi variasi virus, penduduk Amerika Serikat sudah muncul kepercayaan diri untuk mulai kembali ke aktivitas normal dan bukan new normal.


Petugas kesehatan di AS | Foto : AP

Penggunaan masker yang tidak diwajibkan lagi, sistem bekerja dari rumah sudah banyak dihapuskan, dan kursi penerbangan yang sudah tak lagi berjarak serta penumpang yang senantiasa penuh, kini sudah menjadi kebiasaan di sana. 

Tapi, baik para pakar kesehatan dan para pengambil kebijakan di sana tetap belum bisa memprediksi, sampai kapan kondisi tersebut akan terus berlangsung. Pasalnya, meski saat ini boleh dikatakan bahwa herd immunity di negara itu sudah mencapai angka 70%, namun potensi virus bermutasi masih mengancam. "Mereka masih berpotensi menjadi varian baru yang tak dikenal tubuh apalagi vaksin," ungkap Ali Mokdad. Maka hal yang paling bisa dimungkinkan untuk menghadapi perkembangan pandemi adalah tetap berwaspada dan antisipasi.


Posting Komentar

0 Komentar

Most Recents

Main Ad