Header Ads Widget

Main Ad

Business

Main Ad

Deltacron, Gabungan COVID-19 Omicron dan Delta?

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencoba meluruskan mengenai isu seputar Deltacron yang dianggap sebagai gabungan antara COVID-19 varian Omicron dan varian Delta. Pakar COVID-19 WHO, Dr Krutika Kuppali, menjelaskan melalui Twitter bahwa tidak ada varian baru "Deltacron" karena kemungkinan hal tersebut merupakan kontaminasi. "Kontaminasi laboratorium dari fragmen Omicron dalam spesimen Delta," ungkap Krutika seperti dikutip Al Jazeera.

Pernyataan Krutika tersebut juga dipertegas oleh Dr Tom Peacock, seorang ahli virologi dari Imperial College London. Menurutnya, telah terjadi semacam kontaminasi di laboratorium. Akibatnya, kemungkinan terjadi kesalahan dalam interpretasi urutan genetik. Tom juga menjelaskan bahwa kesalahan seperti itu, tidak jarang terjadi di laboratorium. Para ilmuwan lain juga menjelaskan bahwa kontaminasi yang memungkinkan adanya mutasi itu, tampaknya tidak memiliki pola rekombinan. Ini menjelaskan bahwa Omicron dan Delta tidak menggabungkan materi genetik mereka, meskipun keduanya beredar luas.


Deltacron illustation | Al Jazeera


Isu mengenai Deltacron tersebar luas setelah kejadian di Siprus, bahwa katanya, ilmuwan di sana menemukan varian baru  yang diduga berasal dari COVID-19 varian Delta dan Omicron. Seperti diketahui bersama, virus varian Delta bertanggungjawab atas puluhan hingga ratusan ribu kematian di setiap negara per bulannya, pasca tsunami COVID-19 yang terjadi pada pertengahan 2021 lalu. Meski WHO telah menegaskan tidak, atau belum adanya varian baru "Deltacron" namun secara teoritis, terciptanya bentuk versi rekombinan dari dua varian virus, bisa saja terjadi.

Kemungkinannya yakni dari dua varian virus yang beredar di dalam satu tubuh di saat yang sama, kemudian materi RNA mereka menyebrang. Alhasil, setelah terjadi penggabungan, material tersebut akan menggandakan diri. Itulah kemungkian terjadinya varian baru dari dua varian yang bergabung. Namun, bila saat ini ada seseorang yang tubuhnya dirangsek oleh dua varian virus secara bersamaan, kemungkinannya hanya ada satu varian yang menginfeksi. Tidak bisa keduanya menginfeksi, karena informasi material sel tubuh manusia pun sangat kompleks.

Posting Komentar

0 Komentar

Most Recents

Main Ad