Header Ads Widget

Main Ad

Business

Main Ad

Kami Juga Teriakkan Allahu Akbar!

Aksi protes para remaja pelajar menegah atas di distrik Udupi, Karnaka, India terhadap penggunaan burka tampak meluas menjadi polarisasi antara kaum Hindu dan muslim di kawasan itu. Pemerintah lokal Karnaka bahkan hingga menutup kegiatan sekolah di kawasan itu, lantaran buntut dari protes yang berujung isu SARA itu.




Sebelumnya, para pelajar menuntut agar pihak sekolah melarang pengenaan burka dan niqab di kawasan kampus. Namun tuntutan protes dipertajam dengan melarang pengenaan burka dan niqab, khusus di ruang kelas. Sedangkan di luar kelas, mereka tidak jadi mempermasalahkan. Tapi dengan protes tersebut, justru kaum muslimah di sana melakukan perlawanan lantaran keras, karena mereka juga mengalami kekerasan mental oleh kaum pria.

"Ada sekitar 30 orang lebih lelaki yang menghadang kami, meneriaki kami atas cara kami berbusana muslim ini. Padahal kami tidak mempermasalahkan mereka di sini, mau mengenakan apapun di sekolah ini, kami tidak mempermasalahkannya," ungkap Muskaan Khan, salah satu siswi pemakai burka di sekolah. 

Khan dan muslimah lainnya pun bersatu padu melakukan perlawanan atas intimidasi tersebut. "Mereka teriak "Jai Shri Ram!" (Jayalah Dewa Ram) dan kami juga teriak "Allahu Akbar!" tegas Khan seperti dikutip dari BBC.

Dari perlawanan Khan dan teman-temannya sesama muslim, akhirnya malah terjadi eskalasi ketegangan hingga berpotensi meluas ke daerah lain karena mereka juga akhirnya memprotes pengenaan hijab. Bahkan para remaja Hindu di sana turut melakukan aksi pengenaan Saffron dipakaian mereka, sebagai lambang solidaritas antaragama Hindu. Melihat perkembangan kondisi tersebut, sampai saat ini pemerintah lokal Karnaka masih belum membuka kembali kegiatan sekolah di sana.

Posting Komentar

0 Komentar

Most Recents

Main Ad