Header Ads Widget

Main Ad

Business

Main Ad

Ganjal Pintu

Kali ini, Private Class PPA di Mojokerto, Jawa Timur terlihat ada yang berbeda. Ketika setiap situasi dibuat syahdu, ruangan dibuat gelap (lampu dimatikan), terlihat ada yang harus memegang handle pintu di ruangan itu. Tujuannya agar ruangan menjadi gelap sempurna. Tidak hanya cahaya, tapi juga supaya suara berisik dari luar tidak terdengar masuk. Tapi sayang pintu ruangan tersebut tidak bisa menutup rapat sempurna. Ada celah cahaya yang membuat ruangan jadi tidak benar-benar gelap dan suara dari luar bisa terdengar masuk ruangan. Cukup mengganggu. 

Akhirnya diambillah beberapa lembar kertas, dilipat menjadi lipatan kecil untuk mengganjal bagian bawah  pintu. Alhamdulillah pas. Cukup efektif  membuat pintu tertutup sempurna. Sekarang ruangan terkondisi dengan baik, tanpa harus ada yang stanby memegang handle pintu. Bisa menghemat tenaga. Dari ganjalan pintu sederhana  ini, saya melihat ada hikmah luar biasa. Sebuah peran sederhana, tapi berdampak besar. Peran yang terlihat kecil sepele namun memberikan manfaat luar biasa. Ganjal pintu.  




Saya teringat akan sebuah nasihat hadist, untuk tidak meremehkan amalan kebaikan walaupun sedehana. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu: Bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, " Ketika seorang laki-laki sedang berjalan, ia menemukan ranting duri di jalan, lalu diambilnya. Maka Allah berterimakasih padanya dan mengampuninya." (H.R. Bukhari) 

Bisa jadi kita pernah di posisi seperti ganjal pintu sederhana. Sekedar menyingkirkan batu, ranting di jalanan, memegang handle pintu, atau mematikan lampu saat acara PPA. Bahkan mungkin tidak terlihat siapa yang berperan dan seolah tidak nampak kontribusinya. Namun jika semuanya dilakukan ikhlas, yang sederhana menjadi ladang pahala di hadapanNya. 

Atau kita pernah melihat seseorang di posisi sebagaimana "ganjal pintu", maka jangan mudah meremehkan dan memandang hina. Karena kita tidak tahu, bisa jadi karena wasilah amalnya tersebut mengantarkan dia ke surgaNya, sebagai jalan diampuninya dosa-dosa. Bukankah Allah dalam kalamNya memberikan penyemangat dan nasihat, " Barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)-nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)-nya pula ." (QS Az Zalzalah: 7-8).  

Wallohu a'lam bishshowab.


Sri Liana | EOA Media

Posting Komentar

2 Komentar

Most Recents

Main Ad