Header Ads Widget

Main Ad

Business

Main Ad

Belajar dari Ketulusan Ananda

Mendoakan orang-orang adalah salah satu hal yang mengundang cinta Allah. Tulisan ini saya buat pada 3 Muharam 1443 H atau 12 Agustus 2021. Ya, ini adalah tulisan tahun lalu, yang dipublikasikan oleh EOA Media pada hari ini, Sabtu, 12 Februari 2022 atau hampir setahun kemudian.

Saat itu, anak saya Rifa usia 12 tahun, menjadi santri belajar di Pondok Pesantren Ats Tsarwah, Mojokerto, Jawa Timur. Baru saja kami  dapat foto dari ustadzah pengasuh. Diinformasikan bahwa Ananda Rifa sebelum masuk kelas, sholat dhuha lebih awal. Tampak penuh penjiwaan, khusuk berdoa, menengadahkan tangan memohon kepada Allah. Alhamdulillah rasa syukur dan haru tak terasa, meleleh air mata ini. Semoga Alloh mengabulkan doa-doa kebaikan yang kau munajadkan, Nak..

Saya jadi teringat tahun 2019. Mengawali bulan Ramadhan, saya menugaskan semua anggota keluarga menuliskan doa dan harapan dalam selembar kartu, untuk digantung berdampingan dengan hiasan Ramadhan yang lain. Apa doa Rifa kala itu? Ada 5 poin harapan doa  yang dia tulis diselembar kartu tersebut.


1. Semua orang panjang umur.

2. InsyaAlloh semua orang yang di dunia bisa masuk surga. 

3. Semua bisa haji dan, atau umroh.

4. Bisnis semua orang bisa laris. 

5. Membeli Drone Inspire (impiannya). 


Di sini nampak selain doa untuk dirinya sendiri, Rifa juga meluaskan doa yang ditujukan untuk orang lain. MasyaAllah. Dan beginilah seharusnya doa-doa yang kita panjatkan. Tidak untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk kebaikan orang lain. Kalimat nasihat tersebut juga sering kami dengar dari para guru kami. 




Saya teringat lagi. Beberapa tahun yang lalu, mungkin saat itu usia Rifa sekitar 8 tahun. Suatu ketika saya berbicara santai ngobrol berdua dengan Rifa. Sampailah pada obrolan Rifa menyampaikan impiannya. Dua diantara dari sekian impiannya adalah, pertama dia ingin punya perusahaan pertambangan. Dan kedua, dia ingin bersedekah yang banyak kepada banyak orang, yang setiap kali orang membutuhkan, mereka tinggal ambil uang di mesin sedekah. Begitulah impian Rifa. MasyaAllah tak terbayang seperti apa itu. 

Namun saya berfikir, tugas kita mengapresiasi dan mengaminkan doanya. Bukankah kuasa Allah tidak hanya seperti yang bisa kita pikirkan saat ini? Tetapi kuasa Allah menembus batas akal manusia. Hanya orang yang yakin dan total bergantung pada kuasa Alloh yang insyaAlloh pasti akan menerima "Kun" Nya. 

Semoga kita bisa membersamai mengantarkan anak-anak kita menjadi pribadi sholih yang Allah ridho. Semoga kita juga dimampukan untuk bersedekah terbaik untuk anak kita, dan juga meyisihkan rezeki untuk tabungan terbaik atas nama anak kita. Bukan hanya melulu pada berapa jumlahnya, namun pada harap keberkahan yang kita pinta dariNya. 


Sri Liana | EOA Media

Posting Komentar

0 Komentar

Most Recents

Main Ad