Header Ads Widget

Main Ad

Business

Main Ad

Pengalaman Spiritual, Selalu Merindu

Sesak dada rasanya ketika ikut kelas PPA (Pola Pertolongan Allah). Tapi bukan karena patologis atau sakit di dada, melainkan karena ada aura yang berbeda saat memasuki ruang kelas. Begitulah yang dirasakan Sri Wahyuni Rajab melalui kisah aslinya di akun Facebook miliknya ini.

Artikel asli tentang PPA

"Berawal dari tahu, lanjut mencari tahu, apa itu PPA melalui beberapa posting ustadz dan guru-guru di PPA. Awalnya biasa saja, seperti training motivasi pada umumnya. Tapi entah mengapa, semakin sering membaca info tentangnya, semakin saya penasaran. Alumni-alumni PPA kok rajin amat reseat. Toh materinya itu-itu juga," ungkap Sri Wahyuni.

Pertama kali dia tahu soal PPA sebenarnya dari Bu Agen Syajeraeni Syakirah Al-Fatih lewat posting dia di beranda. Niatnya pun awalnya ikut PPA karena ingin upgrade diri menjadi Agen of Gold (AOG), mengikuti syarat untuk menjadi AOG. 

Sesak di dada, awalnya dirasakan Sri Wahyuni sebagai wujud getaran hati, saat mendengar sholawat Nabi Muhammad SAW yang menyambut kedatangan para peserta kelas PPA, Ahad (23 Januari 2022) kemarin. Beberapa saat sambil menunggu peserta hadir, panitia mulai mengarahkan peserta. "Sambil menata hati, mengalihkan perhatian ke Proposal Cinta," tutur Sri Wahyuni. Pemateri pun memulai pemaparan awal dengan video.



"Dimana kedudukan kita?" ujar pemateri mengiringi tayangan video tersebut. "Berpahala atau tidak yang kita lakukan hari ini?" lanjut pemateri. "Duh.. Sudah tidak bisa terbendung. Meleleh (airmata). Ustad mengingatkan, tergantung dari "Niat". Benarkan dulu niat, sebelum memulai belajar," pungkas Sri Wahyuni. Materi demi materi pun dipaparkan. 

"Ya Allah, kemana saja saya selama ini? Ya Allah, segala hal yang dipaparkan bukan lagi menyentil tapi menampar satu per satu ego saya. Ya Allah, waktu sehari ini rasanya lebih berharga daripada puluhan tahun yang sudah dijalani dengan perasaan ke-Aku-an yang sering dilakukan. Betul-betul banyak waktu terlewatkan dengan menuhankan yang lain. Hidup kadang hampa, tak ada "Rasa". Terkadang masalah yang Allah berikan, kita jadikan beban hidup. Padahal bisa jadi masalah itu ada karena Allah rindu kepada hambaNya. Rindu kepada hamba yang sibuk dengan cahaya lain," ungkap Sri Wahyuni.

Baru kali ini Sri Wahyuni mendapat pelatihan dengan rasa rugi, ketika sedetik pun ketinggalan materi. Hp betul-betul diabaikannya saat pemberian materi, bukan karena tidak ada pesan masuk, tapi rasanya rugi buka hp sekian detik saja, sementara pelajaran ketinggalan. "Pas break baru buka hp. Banyak pesan atau telfon yang masuk," ujarnya.

Banyak sekali pesan pelajaran hidup yang didapat Sri Wahyuni dari kelas PPA yang diikuti tersebut. 

PPA tidak dapat merubah hidup Anda. Dia hanya menemani menemukan cara pandang menjalani hidup. Bukan PPA yang hebat, tapi Allah yang memberi hidayah kepada hamba yang dipilih-Nya.

"InsyaAllah, tidak rugi ikut. Rp 750.000,- itu tidak sebanding dengan hidayah yang Allah berikan melalui jalan PPA. Tidak sebanding.." ungkap Sri Wahyuni. "Saya sudah dapat jawaban, mengapa alumnus PPA rajin sekali reseat. Karena mereka selalu rindu. Rindu menemukan rasa ketika dunia selalu menyilaukan mata. Rindu berjumpa dengan teman-teman se-syurga insyaAllah. Rindu menata hati untuk tidak lagi menuhankan yang lain. Terlalu banyak rindu, yang hanya mereka yang rasakan untuk bisa belajar Selalu Menemukan Pesan Cinta dari Allah."


Salam saya,

Hamba yang Belajar Merindu..

Posting Komentar

0 Komentar

Most Recents

Main Ad