Header Ads Widget

Main Ad

Business

Main Ad

Impossible is Nothing..

Sebuah kalimat inspiratif yang diluncurkan oleh Adidas pada Amsterdam, 1 Maret 2004, "Impossible is nothing". Adidas adalah salah satu merek produk olahraga yang terkenal di dunia. Dan akhirnya kalimat tersebut bukan hanya menjadi tagline jualan Adidas saja, tapi malah menjadi pemantik semangat bagi banyak umat manusia di dunia ini.

Tapi sebenarnya, sebelum 2004 kalimat seperti itu sudah dikemukakan pula, namun dalam bahasa yang lain. "Tattajalla a qudratullah, 'ala fityatin min Ashabul Kahfi. Laa isa fil kauni muhallun alaih, idza amanna, wa taqoina." Yang dalam Bahasa Indonesia maknanya adalah "Begitulah kuasa Ilahi, bagi perjuangan para Ashabul Kahfi. Tak ada yang tak mungkin di dunia ini, bagi mereka yang beriman dan bertakwa."

Dan bila kita kembalikan lagi kepada sumber utama makna sakti dari kedua kalimat di atas, maka akan kita temui bersama Surah Al Kahfi khususnya ayat 9 sampai 14 yang menceritakan tentang kekuasaan Allah bagi para pemuda Ashabul Kahfi. Tiada yang tak mungkin bagi Allah bila Dia sudah berkehendak. Impossible is Nothing. 



Tak ada yang tak mungkin bagi Allah dengan caraNya yang di luar logika. Kemarin lalu, ya let's say sebulan setengah yang lalu, perusahaan yang saya pimpin (sebut saja 'Our Company'), berkolaborasi dengan salah satu perusahaan wakaf. Kami berinvestasi Rp 500 juta ke seorang partner dalam proyek pengadaan sembako. Dan hari ini, gantian malah beliau (si partner) yang mau investasi sembako senilai Rp 2 miliar per pekan. Apa yang terjadi? Ini ceritanya.

Masih kental kuingat 3 hari lalu Mas Rendy (founder PPA Institute) chat ke saya terkait persiapan salah satu kegiatan usaha yang sedang saya jalani. Ada banyak hal yang jadi catatan lantaran peraturan baru pemerintah yang berubah dan berimbas pada kemungkinan income di Our Company.

Bukan ingin mengajari tentang digital marketing, strategi pemasaran baru, atau bahkan bikin unit usaha baru. Tapi yang diminta Mas Rendy malah Riyadhoh untuk semua tim Our Company. Kok malah ngga nyambung dan ngga kebayang. Dari persoalan kebijakan pemerintah, lari ke pembenahan hubungan dengan Allah. Dan, masih terasa bergetarnya hati ketika Mas Rendy menyampaikan, "Mulai malam ini Antum sahabat seperjalanan Ana." Ini bagi saya seperti instruksi tegas namun dengan bahasa yang super lembut. Ya sudah, bismillah, saya azam-kan tekad buat menjalani semua step-nya.

Pertama, saling telpon buat bangunin sholat malam (MTC). Kedua jaga sholat 5 waktu selalu di masjid (5 MB), ketiga sedekah setelah shubuh (MDM), ke empat baca Al-Qur'an bersama makna juga tafsir, dan aplikasikan dalam kehidupan (A3T). Terakhir, respon setiap hal yang terjadi berdasarkan Al - Qur'an dan Hadist (MSQ). Bersama dengan semua tim, ber-azzam untuk jalani Riyadhoh ini.

Hari pertama berlalu masih dengan pertanyaan, "Apa yang harus dilakukan untuk mendongkrak income (dari kondisi perubahan kebijakan tersebut)." Hari kedua, dengan hati yang mulai pasrah, apapun yang jadi hasilnya nanti semoga ada hikmahnya. Dan hari ketiga, dengan perasaan datar, melepas semua beban hati.

Tanpa disangka, tiba-tiba dapat telfon dari partner kerja tadi, dalam mengelola wakaf produktif. Ohya, perlu diketahui juga, di Our Company banyak unit usaha yang saya jalankan. Salah satunya yang brekaitan dengan wakaf profuktif ini. "Mas boleh dikirim nomor rekening ya, ini jadwalnya saya bagi hasil dana wakaf."

"MasyaAllah, baik Bu. Saya malah ndak inget kalau sudah tanggal 20. Setelah ini segera saya kirim Bu," kujawab partner itu. Hati mulai bersyukur. Alhamdulillah, berharap dari pintu satu ternyata Allah bukakan dari pintu yang lain. Baru sadar kalau rejeki bisa dari mana aja. Terserah Allah yang mengaturnya.

Dan tiba-tiba beliau melanjutkan. "Mas, alhamdulillah hari ini saya dimudahkan oleh Allah. Ada yang back up saya dan siap untuk support 200 ton sembako per pekan. Kalau misal mau bikin produk sembako atas nama holding Our Company insyaAllah bisa langsung eksekusi. Ndak perlu mikir modalnya karena sudah ada yang siap support."

Jleb.. Ya Allah, baru tiga hari Riyadoh berjamaah dengan tim kerja perusahaan yang saya pimpin. Tiga hari! Allah sudah menghadirkan begitu banyak hal yang diluar perkiraan. Dan sebuah kebenaran akan keberkahan wakaf. Kalkulasinya, seharusnya dari Rp 500 juta maka bagi hasilnya adalah Rp 240 juta selama setahun. Tapi yang terjadi, dari Rp 500 juta dapatnya modal senilai Rp 2 miliar dalam sebulan. Allahu Akbar! Janji Allah pasti!

Terima kasih Yaa Robb atas tamparan ini. Ijinkan kami istiqomah dijalanMu dan jangan jadikan kami tergiur oleh dunia. Jadikan ini semua sebagai alat kami untuk menegakkan agamaMu. Karena kami ini hanya hambaMu. Jazakumullah Mas Rendy, juga para Guru semua, yang selalu mengingatkan untuk kembali kepadaNya.


20 Desember 2021.

Dalam perjalanan pulang ke Jakarta.


Nama penulis dan bidang usahanya sengaja tgidak diungkap oleh EOA Media untuk menghormati penulis.


Posting Komentar

0 Komentar

Most Recents

Main Ad