Header Ads Widget

Main Ad

Business

Main Ad

Falyafrohu!

Cukup sedikit ucapan yang keluar dari mulut, namun sangat banyak makna yang muncul dari kata "Falyafrohu" ini. Kata tersebut dapat kita temui di Al Quran Surah Yunus Ayat 58 yang maknanya adalah Allah memerintahkan kita agar berbahagia selalu, di atas rahmat dan karuniaNya. Menurut Ketua Dewan Syuro Peradaban EOA, Ustadz Muhtar Fathony, kegembiraan setelah kita mendapatkan rahmat dan karuniaNya, berarti wujud rasa syukur kita kepada Allah. Dan Allah sangat senang dengan umat yang selalu bersyukur.

Maka bila ditarik lagi maknanya bahkan dari sejak kita dilahirkan, sebenarnya tak perlu ada celah untuk bersedih di dalam kehidupan. Namun karena manusia diciptakan lengkap antara naluri, akal, dan fisik, wajar tentunya bila merasakan sakit di jiwa dan badan. Hanya saja, tak sepatutnya manusia yang berstatus sebagai mahluk paling sempurna di antara mahluk ciptaan Allah lainnya ini, malah berlama-lama atau bahkan hidup dalam kesedihan. Ingat selalu bahwa rahmat dan karunia Allah tidak pernah putus, sehingga sepatutnya pulalah manusia sering bergembira, "Falyafrohu!".




Hidup manusia dan mahluk Allah lainnya di alam semesta ini, bila disederhanakan, ibarat gelas kaca yang rapuh. Semua tahu, gelas kaca tersebut tidak akan bertahan lama. Dia menerima air panas, dingin, sejuk, hangat, setiap saat sehingga pada akhirnya gelas tersebut akan rapuh, terkikis dalam pecahan kecil, retak, dan akhirnya pecah, terbelah berkeping-keping. Gelas juga bisa saja pecah berantakan ketika terjatuh, tersenggol, bertabrakan, dan sebagainya. Maka waktu-waktu berharga bersama gelas tersebut, haruslah kita gunakan sebaik-baiknya.

Tak perlu kuatir berlebihan karena gelas tersebut bisa pecah karena banyak faktor dan jangan pula sembarangan menangani gelas rapuh tersebut sehingga membuat kita menyesal pada akhirnya. Cukup nikmati saja adanya gelas tersebut dalam kehidupan kita, manfaatkan sebaik mungkin, sebelum kita harus berpisah dengannya. Falyafrohu! Bergembiralah setiap hari karena di ke depan hari dalam kehidupan kita selalu akan banyak kejutan bersama dengan hikmahnya.

Bila kita buka kembali Al Quran, tepatnya pada Surah Al Baqarah Ayat 286, maka kita akan mendapatkan makna bahwa Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Gelas kaca itu sudah memiliki ketahanan tersendiri atas beban yang akan dihadapinya. Untuk mengetahui seberapa jauh ketahanan gelas tersebut, maka kita akan mendapat informasi tentang seluk beluk produk, dari produsen gelas tersebut. Karena itulah dalam setiap ciptaanNya, Allah memberikan petunjuk melalui Al Quran, agar manusia mendapat petunjuk, sehingga mereka akan sanggup menjalani beban kehidupan.

Seberat apapun beban dalam kehidupan, Allah pasti menyanggupkan ciptaaNya. Asalkan mereka gencar mencari tahu bagaimana petunjuk pertolongan Allah tersebut, sehingga beban seberat apapun yang diberikan oleh Allah, akan sanggup dipikul. Semua petunjuk Allah dalam kehidupan, yang ditunjukkan melalui Kalamullah di Kitab Suci Al Quran, di dalam sunnah teladan Nabi Muhammad SAW, dan hingga turunannya melalui wasilah para guru dan alim ulama, tentunya merupakan wujud rahmat dan karunia Allah. Maka Falyafrohu! Jangan lupa bahagia, karena Allah selalu ada di dalam hidup kita.




Posting Komentar

0 Komentar

Most Recents

Main Ad