Header Ads Widget

Main Ad

Business

Main Ad

Dari Turki, Hanya Cinta #PerjalananHikmah

Alhamdulillah...

#PerjalananHikmah (bersama Aliston) mendapatkan apresiasi sebagai grup dengan rombongan terbanyak trip Turki selama masa pandemi COVID-19. Bismillah, terus melangkah.



Follow IG @perjalanan.hikmah


“Dengan Hidup yang Hanya Sepanjang Setengah Tarikan Nafas, Jangan Tanam Apapun Kecuali Cinta,” - Rumi -


Jika harus merangkum seluruh nasehat Maulana Jalaludin Rumi dalam satu kata, maka satu kata itu adalah.. Cinta. Mereka yang paling berbahagia adalah yang paling murni cintanya kepada siapapun. Cinta kepada manusia dan cinta kepada Allah Azza wa Jalla. Cinta tanpa syarat kepada manusia, hanya ingin mengasihi dan memberi, tak berharap kembali.

Kondisi batin seperti ini yang membuat seseorang selalu bisa memaklumi perbuatan manusia kepadanya, mencari seribu alasan untuk berbaik sangka, mau memahami bukan menghakimi, penuh dengan kemaafan dan empati, menerima segala kekurangan orang lain sambil terus mendoakan sepenuh hati.

Sebagaimana yang Rasulullah SAW katakan tentang penduduk Thaif sehabis dilempari batu, diludahi, dan dihinakan disana, ".. Mereka hanya belum mengerti, mereka berbuat itu karena ketidaktahuannya.."

Tak menuntut apapun dari siapapun, kecuali hanya ingin mengajak kepada kebaikan, keselamatan, dan ingin orang lain bahagia. Sudah tak bersisa harapannya kepada manusia, bahkan kepada orang-orang terdekat. Karena ia paham, berharap kepada manusia adalah patah hati yang disengaja. Harapan di hatinya sudah habis hanya untuk Rabb-nya, berharap menjadi hamba kesayanganNya.


وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَبْ

“Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” (Qs. Al-Insyrah).




Walau tak berbalas kebaikannya kepada manusia, walau tak dianggap keberadaannya oleh manusia, walau tersakiti dirinya dengan sikap manusia. Yang ia harap hanyalah balasan, pengakuan, dan penghargaan dari Rabb-nya. Itulah yang membuatnya mudah melupakan kesalahan dan keburukan orang lain, tak lama-lama bersemayam rasa sakit dalam hatinya, karena dengan itu ia berharap kemaafan dari Rabb-nya.


...وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

"... dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Qs. An-Nur Ayat 22).




Terlintas sebait do'a yang dicontohkan para Nabi, “...Ya Allah, jadikanlah cintaMu lebih aku cintai daripada diriku sendiri, keluargaku, serta air yang dingin di padang pasir.”


Sonny Abi Kim

Konya, di ujung Januari 2022

Posting Komentar

0 Komentar

Most Recents

Main Ad