Header Ads Widget

Main Ad

Business

Main Ad

"Bunaya" Tabungan Emas untuk Anak Yatim dan Dhuafa

Kurang lebih 1 jam Sri Liana, salah satu Agent of Gold (EOA) yang juga jurnalis EOA Media, menyampaikan tentang pentingnya menabung, kenapa harus menabung emas, dan kenapa harus emas EOA pilihannya. Mereka yang menyimak dengan seksama adalah para anak asuh Yayasan Al Muqorrobin, Mojokerto, Jawa Timur. Beberapa diantara mereka mengangkat tangan, mengajukan pertanyaan dengan antusias.

"Setelah dirasa cukup, materi tersampaikan, dan mereka terlihat faham, selanjutnya kami mengajak mereka untuk take action. Dengan sedini mungkin mulai menabung emas, tidak usah pakai tapi tidak usah pakai nanti," ungkap Sri Liana atau yang akrab disapa Ana. Bukan pemaksaan, tapi demi masa depan para generasi muda yang pasti, di tengah badai ketidakpastian (VUCA) saat ini.



Perjalanan menuju Yayasan Al Muqorrobin, meskipun tidak berhadapan dengan jalanan terjal dan berbatu, tetap saja menantang. Menyusuri jalanan beraspal, di bawah hangatnya sinar matahari pukul 09.00 WIB pagi itu, menyuguhkan tantangan cukup keras. Kendaraan besar berjalan beriring dan bersalipan dengan kendaraan besar lainnya. Kurang lebih 20 menit perjalanan, akhirnya sampai juga.

"Hari itu saya mendapat undangan untuk mengisi Gold Sharing di yayasan tersebut," kata Ana. Saya disambut dengan ramah oleh seorang ibu pengasuh yayasan, yang akrab disapa Bu Anas. Tak lama setelah sampai, mencari tempat untuk memarkir motor, dan baru saja melepas helm yang dipakainya, Ana disapa lagi oleh seseorang. Ternyata dia adalah salah seorang Member of Gold (MOG) bernama Yani atau yang biasa disapa Bunda Yani

"Kami memang sama-sama hadir memenuhi undangan beliau. Beberapa hari sebelumnya, Bu Anas menghubungi saya. Saya mengiyakan saja ketika bunda pemilik yayasan pengasuhan anak yatim dan dhuafa itu mengundang saya untuk hadir mempresentasikan materi tentang EOA Gold. Pada intinya beliau ingin mengetahui lebih banyak informasi tentang EOA Gold," pungkas Ana.

Bu Anas menceritakan bahwa selama ini ada beberapa anak asuh berusia remaja di Yayasan Al Muqorrobin yang sudah rutin menabung emas melalui Bunda Yani. Kebetulan Bunda Yani adalah MOG dari tim Ana. 

Keduanya pun dipersilahkan memasuki ruangan yang luas, cukup menampung 100 orang dengan cara duduk lesehan. Rupanya ini adalah ruang pertemuan yang biasa dipakai untuk pengajian maupun kegiatan yang mengundang banyak orang. Termasuk kegiatan syiar emas EOA yang dilakukan Ana dan Yani. 



Anak Mandiri

Usai penyampaian materi di hadapan para anak asuh Yayasan Al Muqorrobin, Bu Anas kemudian mengajak Ana dan Yani untuk rehat sejenak. Dalam kesempatan itu, Bu Anas menceritakan banyak pengalaman beliau mengenai pengelolaan keuangan dan dana hak anak yatim dhuafa, yang diterima dari para donatur. 

Untuk diketahui, Yayasan Al Muqorrobin ternyata bukalah milik pribadi. Bu Anas adalah pengelola yang diamanahi. Menurutnya, anak-anak yang tinggal di yayasan itu, bahkan ada yang dititipkan dari sejak usia balita. Mereka tinggal dan tumbuh sampai SMA. Selepas SMA kemudian ada yang memilih melanjutkan kuliah dan mandiri. 

"Di yayasan itu, mereka dipersiapkan untuk menjadi hamba, pribadi yang mengenal Tuhannya, dan mandiri menjadi khalifah di muka bumi. Pendidikan agama sudah ditanamkan sejak dini, ketrampilan hidup juga dibekali," ungkap Ana. 

Meski begitu, Bu Anas sempat mengungkapkan kegalauannya selama ini. Bukan lantaran galau atas beratnya amanah mengasuh para anak asuh. Melainkan galau tentang bagaimana menyimpan dana anak asuh untuk masa depannya. 

Karena selama ini, menurut Bu Anas, anak yang sudah dipersiapkan mandiri minimal mendapatkan SIM berkendara, ketrampilan, serta harus melek teknologi. "Melek teknologi dalam artian bagaimana teknologi, gadget (gawai), dan komputerisasi bisa menjadi barang yang produktif buat mereka. Begitu kata beliau," ungkap Ana. Usai mendapat pemahaman mengenai EOA Gold, dari Gold Sharing yang disampaikan Ana dan Yani, kemudian Bu Anas memutuskan membeli sejumlah emas untuk tabungan anak asuhnya. "Beliau sendiri juga berusaha secara rutin menabung Emas EOA Gold," tukas Ana. 



Alhamdulillah, dari obrolan bersama Bu Anas tersebut, Ana pun mendapatkan ide untuk membuat program tabungan emas untuk anak yatim dhuafa. "Kami menyebutnya Program Bunaya. Ya betul, Bunaya adalah akronim dari Tabungan Anak Yatim Duafa," ungkap Ana. Maka kepada siapapun yang peduli dengan anak yatim dan dhuafa, bergabunglah di program ini. 

"Kami membagi gratis kaleng, celengan bertuliskan "Bunaya". Melalui kaleng, celengan Bunaya yang kita bagi, semoga akan memudahkan untuk berbagi dan peduli. Siapapun bisa memulai memberikan tabungan produktif untuk yatim duafa berupa tabungan emas, EOA Gold," ungkap Ana. 

Meski tidak mudah, Ana dan para MOG di sana terus menawarkan program Tabungan Bunaya, mengajak rekan-rekan dan koleganya untuk menabung, tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga peduli dengan masa depan anak yatim dhuafa.

Sri Liana | EOA Media | Mojokerto

Posting Komentar

0 Komentar

Most Recents

Main Ad